28 Januari 2011

Pantai Sendang Biru Malang



Pantai Sendangbiru - Malang 

Agun Awan, S.Pd. Jl.Bandar Ngalim Gg.II/1-A, Bandar Kidul, Mojoroto, Kediri, Indonesia.

 

Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang
Tidak seperti pantai-pantai lain di kabupaten Malang, penduduk di sekitar pantai ini menggantungkan hidupnya dengan pergi melaut mencari ikan. Ombak di pantai ini tidak sebesar di pantai-pantai lain karena terhalang oleh pulau sempu yang berada 100 m di depan garis pantai. Pada saat melaut para nelayan pergi ke tengah lautan menempuh perjalanan 1 hari 1 malam. "Daripada di dekat sini dapat ikan sedikit, lebih baik jauh ke tengah sekalian. Dapat ikannya banyak", begitulah para nelayan setempat menuturkan.



Kalau anda dalam perjalanan menuju Lumajang dari arah Malang, setelah melaui turen sebuah kota kecil di selatan Malang ada pertigaan sebelum Dampit ada papan penunjuk yang menunjukkan arah Sendang Biru 46 KM. Setelah melalui jalan yang berkelok-kelok, menanjak anda akan samapi ke sebuah tempat wisata yang bernama Sendang Biru.
Memang tempat ini tidak begitu populer bagi orang-orang di luar Malang tetapi bagi para penggemar olah raga memancing nama tersebut pasti tidak asing lagi di telinga. Sebagai sebuah tempat wisata Sendang Biru memang harus banyak berbenah. Selain tempatnya yang agak kotor dan kurang terawat, karena tempat ini berdekatan dengan TPI ( Tempat Pelelangan Ikan ) maka bau amis memang terasa menyengat sehingga membuat kita tidak bisa betah berlama-lama di sana. Juga fasilitas sebagaimana layaknya sebuah tempat wisata tidak banyak kita jumpai kemudian jalan menuju lokasi yang terlalu sempit sehingga kita merasa tidak sedang menuju sebuat tempat wisata.
Terlepas dari unsur-unsur di atas bagaimanapun Sendang Biru menyimpan eksotika alam yang sangat menarik. Betapa sangat indahnya menyaksikan laut selatan tetapi dengan ombak yang kecil tenang seperti layaknya ombak di pantai utara Jawa. Bagi anda para penggemar seafood juga bisa memuaskan dahaga anda karena di sini banyak ditemukan tempat makan yang menawarkan berbagai menu yang tentunya cocok dengan selera dan harga yang jauh di bawah restauran-restauran seafood di kota tentunya.
Selamat mencoba.

Pesona Pantai Sendang Biru & Pulau Sempu Malang


Weekend kemaren saya sekeluarga menyempatkan diri untuk berekreasi di Pantai Sendang Biru dan Pulau Sempu, Malang Selatan. Ga tau entah berapa lama kami tidak memiliki waktu untuk melupakan peradaban dan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Oleh karenanya momen weekend kemaren benar-benar saya manfaatkan untuk keluarga.

Kami berangkat dari Malang jam 8.00 menggunakan kendaraan pribadi, Daihatsu Xenia Li yang masih berumur beberapa bulan, saya sendiri yang nyetir. Pada mulanya saya sempat ragu dengan kondisi di jalan, karena setelah gogling sana sini dan sempat lihat peta lokasi di gogle map dan google earth agak ngeri juga karena jalannya berkelok-kelok dan di daerah perbukitan.

Namun karena niat yang kuat akhirnya jalan yang belum pernah saya lewati pun terlampaui. Jalur menuju ke Sendang biru sebenarnya cukup mudah, yaitu dari Malang menuju ke Gadang, trus ke arah Turen. Dari Turen menuju ke Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan dan Sendang Biru. Kami sampai  di Pantai Sendang Biru sekitar jam 10.30 maklum, belum tahu medan, jadi agak grogi pas mulai masuk perbukitan, belum lagi di jalan yang cuman pas dilalui dua kendaraan itu berkali-kali mobil kami berpapasan dengan truk pengangkut batu kapur dan pengangkut ikan, jadi salah satu harus mepet ke tebing dulu supaya kendaraan lainnya bisa lewat. Otomatis, karena saya pendatang dan baru di medan ini, saya selalu inisiatif untuk mengalah.
Mobil Xenia yg kecil ini diisi 7 orang + 1 balita, dengan AC dinyalakan penuh sehingga pada saat tanjakan jalannya agak ndut-ndutan, maklmum cuman 1000 cc. Setelah sampai di Sendang Biru, kami berisirahat sebentar, dan tanpa harus bingung dengan apa yang akan kami lakukan selanjutnya, ada Pak tukang ojek yang menanyakan rencana perjalanan kami. Kami sampaikan bahwa kami ingin ke bersantai sebentar di Pulau Sempu tetapi tidak sampai menginap. Akhirnya oleh Pak tukang ojek tersebut, saya diajak ke pos perhutani setempat untuk mengurus perijinan karena Pulau Sempu termasuk kategori cagar alam. Setelah ngisi form dan segala macam, saya membayar Rp 20.000 (sukarela) dari tarif seharusnya Rp 60.000 (untuk yang ingin menginap/camping di Pulau Sempu).

Untuk menuju ke Pulau Sempu, kami naik perahu yang juga dicarikan oleh Pak tukang ojek tadi. Tarif naik perahu ini adalah Rp 100.000, dimana sebelum merapat di pesisir utara Pulau Sempu, kami sempat diajak tur keliling selat.  Sampai di pesisir utama sekitar jam 11.00, selanjutnya kami bersantai sejenak, bermain pasir dengan anak saya yang masih balita, dan yang lainnya menyempatkan diri untuk mandi di pantai.
Sesuai kesepakatan dengan tukang perahu, kami minta dijemput jam 12 siang, dan tepat jam 12 siang, perahu sudah menjemput kami. Kami segera berbenah dan kembali ke Pantai Sendang Biru. Di Pantai, kami membersihkan diri dulu, sholat dan selanjutnya acara inti makan-makan di tepi pantai di bawah pohon yang rindang,  dan setelah itu kami menyempatkan diri untuk ke pasar ikan untuk membeli Ikan Tuna segar.
Setelah kami rasa cukup, kami memutuskan untuk pulang dan sampai di Malang jam 4 sore. Tidak seperti pada saat berangkat, kali ini saya sudah hafal dengan jalanannya sehingga perjalanan cukup singkat. Pada saat sampai di Turen hujan turun dengan deras sampai-sampai wiper mobil harus menggunakan kecepatan tinggi.
Terlepas dari lelah dan capek yang kami rasakan sesampainya di rumah, kami sekeluarga cukup senang dan puas bisa bersantai barang sejenak di pantai setelah rutinitias sehari-hari di kantor dan di rumah. Namun sayang sekali, kami tidak bisa menikmati pemandangan segara anakan dan danau lele yang katanya luar biasa bagus. Mungkin lain kali saya akan kembali ke sana dengan rencana yang berbeda dan menginap di Pulau Sempu.

update informasi penginapan dan parkir:

Karena banyak pertanyaan terkait dengan penginapan dan kondisi parkir (bukan camping), berikut saya tambahkan informasinya:
1. parkir: petugas parkir ada dari aparat yang bertugas setempat.
2. penginapan: Rp 75.000 / malam > lokasi di sebelah kanan pos lapor kira-kira 100 meter ada belokan ke kanan, pas di pojokan.



Pantai Sendang biru terletak 69 km ke arah selatan dari kota Malang. Untuk bisa berkunjung di Pantai Sendang biru ini harus melewati Turen, kemudian Sumbermanjing Wetan. Tempatnya berada di kecamatan Sumber Manjing Wetan. Pantai Sendang biru lebih dikenal sebagai tempat pendaratan dan pelelangan ikan Kabupaten Malang. Pantai ini berhadapan dengan Pulau Sempu. Jarak keduanya hanya dipisahkan oleh selat sempit. Jarak antara Pantai Sendang biru dan Pulau Sempu sangat cocok dipakai untuk berperahu atau olah raga air pantai lainnya. Pada tanggal 7 atau 8 Syawal, banyak masyarakat yang naik perahu menuju Pulau Sempu untuk mengambil air tawar yang ada di sana. Menurut kepercayaan, air tawar Pulau Sempu mujarab untuk kesehatan atau kesembuhan.
Bernama pantai Sendang biru karena di pantai ini ada sumber air atau dalam bahasa Jawa yang berarti “sendang” yang berwarna biru.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG – Tanah longsor terjadi di jalan menuju Pantai Sendangbiru, dan DesaTumpakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang.  Titik longsor itu tepat berada di Desa Kedungbanteng praktis membuat arus lalu lintas menuju kawasan obyek wisata di Malang Sleatan  terganggu, Selasa (14/9). Bahkan, warga dua desa itu terisolir akibat  longsor tersebut.

Hingga siang ini, jalan menuju Sendangbiru tertutup total. Tidak hanya itu, ribuan warga di kawasan Sendangbiru menjadi terisolasi. Sebab, tidak hanya kendaraan roda empat yang tidak bisa masuk melalui akses jalan tersebut. Kendaraan roda dua pun kesulitan untuk bisa melewati jalan yang tertutup longsoran tebing di pinggir jalan itu.

"Kami juga sudah meminta agar Dinas Pekerjaan Umum mengirimkan alat berat guna mengatasi longsoran yang ada di badan jalan,’’ kata Wakil Bupati Malang, Rendra Kresna yang juga Ketua Satkorlak Kabupaten Malang. Dia segera memberikan instruksi mengirimkan alat berat untuk menyingkirkan longsoran.

Sekretaris Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Febriana Kristanti menjelaskan bahwa longsor itu berawal dari hujan yang mengguyur kawasan Malang Selatan sejak pukul 21.15 WIB, Senin (13/9). Hujan deras itu baru reda pada Selasa (14/9) pagi  hari.


Buatmu : Inung, Sandhi & Wanodya.

Tidak ada komentar: